Guru termasuk Pahlawan??

Seorang guru sering diperumpakan dengan pahlawan tanpa tanda jasa. 

Apa alasannya?


Menurut pendapat saya pekerjaan seorang guru adalah mendidik dan memberi suatu bidang ilmu yang digelutinya, berarti pekerjaan guru ini merupakan suatu pekerjaan yang menjual jasa. Jasa yang berupa memberi tahu dan mengajari sesuatu yang muridnya tidak tahu menjadi tahu dan paham, bisa lebih baik lagi apabila kedepannya si murid benar-benar bisa menerapkan ilmu tersebut ke dalam kehidupan sehari-harinya.

Menjadi seorang guru terlihat mudah bukan jika dilihat dari satu sisi, contohnya teknologi yang berkembang saat ini memudahkan seseorang untuk mencari suatu materi dari internet sehingga hanya tinggal mempelajari.
Hal ini berarti dapat dianggap bahwa semua orang bisa belajar otodidak.

Tapi dilihat lagi dari cara seseorang memahami materi yang dia amati dari internet, apakah dia mampu memahami secara keseluruhan? apakah susunan pengajarannya sistematis? Apakah penalaran yang dijabarkan sesuai dengan konsep yang ada? sehingga dari pertanyaan-pertanyaan ini, ada beberapa hal yang perlu untuk ditanyakan kepada ahlinya atau istilahnya butuh seorang guru untuk menjelaskan sesuatu yang mungkin rumit dan sukar untuk dipahami secara otodidak. 

Berdasarkan CNN Indonesia Senin 14/11/2016 mengatakan bahwa guru disebut “pahlawan tanpa tanda jasa” dilihat dari bagaimana para guru berjuang membebaskan rakyat Indonesia dari kebodohan di tengah segala keterbatasan media, fasilitas dan penjajahan. Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran.

Secara sederhana, pahlawan tanpa jasa adalah orang berani dan rela berkorban dalam membela kebenaran tanpa mengharapkan keuntungan pribadi. Guru mempunyai tanggung jawab besar dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM). Indonesia bisa berdiri menjadi sebuah negara yang merdeka dan demokratis dalam waktu 72 tahun karena adanya SDM-SDM yang benar-benar menerapkan ilmu yang didapat dari pendidikannya yang merupakan ilmu yang diajarkan oleh seorang guru. Untuk itu diperlukan pengorbanan yang begitu besar walau dengan jasa yang tidak begitu besar.

Faktanya (berdasarkan pengalaman pribadi bukan riset) bahwa guru bisa dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yaitu
a.   Guru tidak hanya bekerja saat jam mengajar namun harus mempersiapkan materi berikutnya, soal-soal, ulangan, remedial, memeriksa dan menilai tugas para murid
b.   Guru itu harus kreatif dalam mengajar. Bisa memahami kebutuhan masing-masing murid bahwa murid dalam kelas dan murid sebagai individu adalah hal yang berbeda
c.   Guru seringkali menggunakan uangnya sendiri untuk mempermudah proses belajar mengajar dan ingin yang terbaik bagi para muridnya sehingga  menjadi orang produktif di kehidupan selanjutnya.

Saya pernah meremehkan seorang pengajar (baik guru maupun dosen) karena dia tidak mengajar dengan baik dan tidak mempersiapkan bahan yang akan dijelaskan. Mungkin ada beberapa orang yang demikian karena menganggap profesi seorang guru bukanlah hal yang menjadi prioritas dalam pekerjaannya. Saya pernah mengajar dan merasakan hal bahwa proses belajar mengajar bisa baik bisa juga buruk karena adanya karakter murid dan metode pengajar yang berbeda.

Secara sederhana, seseorang bisa menjadi guru sejati yang disebut pahlawan tanpa tanda jasa jika si guru ini dengan hati, jiwa dan pikiran bisa mendidik seseorang menjadi pribadi yang produktif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bermain dalam Kawasan Pontianak

Meluapnya Rasa Iri

Tidak Ada yang Unik Tapi...