Postingan

Setelah media sosial merajai kehidupan

Saat ini untuk menemukan seseorang menggunakan media sosial itu sangat jarang. Bahkan orang yang berusia 70 tahun juga menggunakan media sosial, paling minimum aplikasi Whatsapp. Semua elemen kehidupan memang dimudahkan dengan bermunculannya berbagai jenis aplikasi media sosial. Pekerjaan mengirim surat yang dulu harus butuh berhari-hari kini bisa dalan hitungan detik sampai ditangan si penerima, entah melalui email, WA, atau aplikasi lainnya. Pekerjaan survey yang dulu harus membuat berlembar-lembar kertas, menemui beberapa orang yang memiliki kompeten dibidangnya, dan butuh tenaga dan waktu yang besar. Sekarang bisa lewat beberapa link di internet yang bisa dikirim ke orang yang dituju dan dalam beberapa hari maka hasil survey sudah bisa diselesaikan. Mudah bukan?... Namun saya disini bukan menyoroti tentang mudah suatu pekerjaan dengan adanya media sosial. Lebih ke aspek melihat kehidupan nyata yang dipengaruhi oleh kecemburuan dari aktivitas manusia lain yang mengekspos dirin...

Meluapnya Rasa Iri

Pernah merasakan perasaan iri melihat teman sebaya punya kehidupan yang lebih baik dari kondisi kita. Yang dimaksud disini bukan segi materi namun dilihat dari segi kemampuan, keinginan, dan pencapaian suatu kondisi yang memang bisa dikatakan baik. Bila dimisalkan Ketika kita masih kuliah untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan yang lain sudah miliki pekerjaan dengan jabatan bagus. Ketika kita masih mengurusi karir yang lain sudah berkeluarga lengkap dengan hadirnya buah hati mereka. Ketika kita masih belajar menguasai bahasa inggris dan yang lain sudah menguasai lebih dari 3 bahasa selain bahasa ibu. Dan jika dimisalkan yang lain pun, banyak rasa iri yang tak terhingga. Sebenarnya bukan rasa iri ingin menjatukannya melainkan rasa bangga karena sebaya pun sudah mencapai hal-hal yang baik adanya. Begitu banyak nasehat bijak dari para filosofi atau perkataan yang tegas dari para praktisi kehidupan mengenai hal tersebut. Semua pencapaian itu butuh suatu pengorbanan y...

Tidak Ada yang Unik Tapi...

Ketika masa-masa kecil yang terlintas hanya pikiran bermain bermain belajar, itu sangat menyenangkan. Tidak pernah merasa canggung untuk berlari, menyentuh sesuatu yang baru, menangis, bahkan bisa bertanya tentang apapun. Namun karena ada bimbingan orang tua yang mengajari kita bahwa hidup itu bukan hanya bermain dan bertanya. Kita harus mau belajar, mencari tahu sendiri, bahkan tidak bisa mempunyai sesuatu dengan cuma-cuma. Contoh kalau makan tidak boleh ada sisa makanan disekitar kita, jika ada dihitung perbutir nasi seharga 100 rupiah. Maka kami makan bersih sehingga tidak ditagih dan mencari sisa dari makanan disekitar yang uangnya bisa kita simpan beserta sekitar kita langsung bersih seketika karena tiap selesai makan selalu operasi semut. Hal-hal kecil demikian memang harus ditanamkan orang tua sehingga anaknya tumbuh menjadi pribadi yang tanggap dan peka terhadap lingkungan. Seiring bertumbuh dewasa ada masalah lagi yang muncul bahwa kita harus dituntut bersikap sopan s...

Bermain dalam Kawasan Pontianak

Gambar
Apakah kalian sering mendengar istilah khatulistiwa? Ya pasti sering mendengar dong. Apalagi kita yang tinggal di Indonesia sehingga akrab mendengar istilah itu. Indonesia merupakan salah satu daerah yang dilalui oleh garis khatulistiwa sehingga memiliki iklim tropis. Secara geografis dijelaskan bahwa garis khatulistiwa (equator dalam bahasa inggris) merupakan garis imajiner yang digambarkan di tengah-tengah planet bumi untuk membagi bumi menjadi dua bagian yaitu bagian utara dan selatan dan terbentang dari timur ke barat pada permukaan bumi. Ada enam provinsi yang dilalui oleh garis khatulistiwa yaitu Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku dan Papua Mengapa ada garis khatulistiwa? Ada sebuah garis imajiner atau khayal yang membagi bumi yang disebut dengan istilah garis bujur dan garis lintang. Garis lintang membentang secara horizontal dan garis bujur secara vertikal. Titik awal dalam mengukur garis lintang disebut dengan istilah equator. ...

Guru termasuk Pahlawan??

Seorang guru sering diperumpakan dengan pahlawan tanpa tanda jasa.  Apa alasannya? Menurut pendapat saya pekerjaan seorang guru adalah mendidik dan memberi suatu bidang ilmu yang digelutinya, berarti pekerjaan guru ini merupakan suatu pekerjaan yang menjual jasa. Jasa yang berupa memberi tahu dan mengajari sesuatu yang muridnya tidak tahu menjadi tahu dan paham, bisa lebih baik lagi apabila kedepannya si murid benar-benar bisa menerapkan ilmu tersebut ke dalam kehidupan sehari-harinya. Menjadi seorang guru terlihat mudah bukan jika dilihat dari satu sisi , contohnya teknologi yang berkembang saat ini memudahkan seseorang untuk mencari suatu materi dari internet sehingga hanya tinggal mempelajari. Hal ini berarti dapat dianggap bahwa semua orang bisa belajar otodidak. Tapi dilihat lagi dari cara seseorang memahami materi yang dia amati dari internet, apakah dia mampu memahami secara keseluruhan? apakah susunan pengajarannya sistematis? Apakah penalaran yang dijab...